GNM, 09/01/2026. Berawal dari tumpukan plastik yang kerap dianggap tak berguna, Toni Permana justru melihat peluang. Bagi warga Kampung Sukamaju, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat ini, sampah bukan akhir dari sebuah siklus, melainkan awal dari cerita baru tentang keberlanjutan, ketekunan, dan keberanian melawan stigma.
Sejak 2017, Toni konsisten mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai jual. Langkah yang bagi sebagian orang dianggap “aneh” ini perlahan membuktikan satu hal penting: ketika dikelola dengan serius, sampah bisa menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat. Bukan sekadar teori, hasilnya nyata dan bisa disentuh—bahkan diinjak—melalui paving block ramah lingkungan yang kini menjadi produk unggulannya.
| Paving Block Toni Permana Setelah diaplikasikan ke ruas jalan, Foto : GNM |
Paving block berbahan sampah plastik buatan Toni telah melewati uji laboratorium, mulai dari uji tekan hingga uji abrasi. Hasilnya? Kuat, ringan, tidak berlumut, dan layak digunakan. Desainnya pun cerdas, dengan lubang di bagian tengah yang berfungsi sebagai resapan air. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, @tonipermanabanbar, terlihat jelas paving block ini telah diaplikasikan di ruas jalan dan tetap berfungsi optimal meski diterjang hujan. Sebuah bukti bahwa inovasi lokal mampu menjawab persoalan nyata. Menariknya, seluruh alat produksi paving block tersebut dirakit sendiri oleh Toni Permana, mulai dari mesin pelumer plastik, penyaring asap, cetakan, hingga alat pres—menunjukkan kemandirian dan latar belakang teknis yang kuat di balik inovasinya.
| Proses Pencacahan Plastik. Foto : GNM |
| Hasil Cacahan plastik multilayer, Foto : GNM. |
| Hasil Cacahan Plastik Masuk ke Tungku Pembakaran. Foto : GNM. |
| Masuk Kedalam Alat Percetakan. Foto : GNM. |
| Penutupan wadah pencetakan paving block. Foto : GNM. |
| Proses press paving block. Foto : GNM |
| Paving Block yang telah selesai melalui proses pembuatan. Foto : GNM. |
Tak hanya paving block, Toni juga mengembangkan produk turunan lain seperti gantungan kunci hingga kursi mini bar. Semua berangkat dari satu bahan yang sama: sampah plastik. Dari tahun 2018 hingga pertengahan 2022, penjualan paving block buatannya cenderung meningkat. Untuk satu meter persegi, dibutuhkan sekitar 25 buah paving block dengan harga berkisar Rp180.000 hingga Rp200.000. Sebagai perbandingan, paving block cetak biasa berada di kisaran Rp85.000, sementara paving block bersertifikasi SNI bisa mencapai Rp200.000. Artinya, produk ramah lingkungan ini tidak hanya kompetitif, tetapi juga memiliki nilai tambah yang jelas.
| Karya lain yang dibuat oleh Toni Permana. Foto : GNM |
Menariknya, perjalanan Toni tidak dimulai dari dunia pengolahan sampah. Lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM) ini dulunya adalah pemilik bengkel las yang memproduksi teralis, pagar, dan kanopi. Kantornya kala itu bersih dan tertata rapi, jauh dari kesan “kotor”. Namun, ketika ia memutuskan beralih fokus ke pengolahan sampah plastik, ruang yang sama berubah menjadi gudang penyimpanan limbah. Sebuah transformasi visual yang mencerminkan perubahan visi hidupnya.
Perjalanan ini tentu tidak selalu mulus. Di awal pendirian Bank Sampah Sukamaju Sejahtera, Toni sempat menghadapi cibiran dari tetangga sekitar. Mengolah sampah dianggap pekerjaan remeh, bahkan mengganggu. Namun Toni bergeming. Ia sadar, mengubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya memilah sampah adalah pekerjaan melelahkan dan seolah tak berujung. Meski demikian, ia memilih bertahan dan terus bergerak.
Kini, Toni menjabat sebagai Ketua Bank Sampah Sukamaju Sejahtera, sebuah lembaga berbasis komunitas yang fokus pada pengumpulan, pemilahan, dan daur ulang sampah. Bank sampah ini tak hanya membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, tetapi juga mendorong pelestarian sumber daya alam melalui partisipasi aktif warga. Saat ini, sekitar 358 orang tercatat sebagai anggota dan secara rutin menyetorkan sampah setiap hari Senin dan Jumat.
Skemanya sederhana namun berdampak. Warga dipersilakan membawa sampah yang sudah dipilah untuk ditimbang setiap Senin dan Jumat, pukul 15.30 hingga 17.00 WIB. Sampah tersebut dicatat sebagai tabungan, yang hasilnya dibagikan setahun sekali, tepatnya dua minggu sebelum Lebaran. Setelah itu, bank sampah akan kembali dibuka pasca-Lebaran. Sebuah sistem yang bukan hanya mengedukasi, tetapi juga memberi insentif nyata.
Tak berhenti di situ, Toni bersama 12 pengurus bank sampah secara rutin mengajak warga membersihkan lingkungan. Aktivitas gotong royong ini memperkuat ikatan sosial sekaligus menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan beban segelintir orang.
Prestasi Bank Sampah Sukamaju Sejahtera pun patut diapresiasi. Lembaga ini berhasil meraih peringkat keempat sebagai bank sampah terbaik tingkat nasional—sebuah pengakuan atas kerja keras, konsistensi, dan semangat kolaborasi yang dibangun dari tingkat kampung.
| Penghargaan Bank Sampah Terbaik ke 4 se Indonesia dari mentri Lingkungan Hidup. Foto : GNM. |
| Sertifikat Penghargaan Comunity Empowerment Hero 2025. Foto : GNM. |
Kisah Toni Permana adalah pengingat bahwa inovasi tidak selalu lahir dari ruang laboratorium modern atau modal besar. Kadang, ia tumbuh dari bengkel sederhana, tumpukan sampah, dan tekad seseorang yang memilih untuk tidak menyerah. Di tangan yang tepat, sampah bisa berubah menjadi harapan—dan dari Kampung Sukamaju, harapan itu kini mengaspal, paving demi paving. Kini, upaya tersebut pun mendapat dukungan dari salah satu konten kreator, Ferry Irwandi, yang memberikan bantuan berupa alat produksi serta pendampingan dalam pembuatan legalitas usaha, sebagai langkah penguatan agar inovasi ini dapat berkembang lebih profesional dan berkelanjutan.
Bagi masyarakat, instansi, maupun pihak swasta yang ingin melakukan pemesanan paving block ramah lingkungan maupun produk daur ulang lainnya, dapat menghubungi:
Toni Permana: 0897-7777-7843
Yati Suryati: 0895-1085-4060
Atau Bisa KLIK DISINI.
| Paving Block Karya Toni Permana. Foto : GNM. |
====================================================================
Disclaimer – Gemilang Nusantara Media
Gemilang Nusantara Media berupaya menyajikan informasi dan konten yang akurat serta bermanfaat, namun perubahan data dapat terjadi sewaktu-waktu. Seluruh informasi yang ditampilkan telah disetujui bersama antara Perusahaan PT. Gemilang Nusantara Media dan Toni Permana melalui perbincangan pribadi diaplikasi WhatsApp. Segala keputusan atau transaksi yang dilakukan penonton/pembaca menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing. Gemilang Nusantara Media tidak bertanggung jawab atas risiko atau konsekuensi dari interaksi dengan pihak mana pun yang ditampilkan dalam konten.
==========================================================================
Gemilang Nusantara Media Official :
1. Website
https://www.gemilangnusantaramedia.co.id/
2. Instagram
https://www.instagram.com/gemilangnusantaramedia/?igsh=eWNmajZ4bzkyOHJo
3. Tiktok
https://www.tiktok.com/@gemilangnusantaramedia?_r=1&_t=ZS-91TceOPpVho
5. Spotify
======================================================================
Untuk Endorse, Undangan Liputan dan Kolaborasi Bisnis Hubungi:
No. WhatsApp : 0895-3404-18995
Atau
Email : gemilangnusantaramedia@gmail.com
======================================================================
Kritik & Saran :
Isi formulir ini melalui link berikut : https://forms.gle/EE9fWVNctpJzbNj48
=======================================================================
Salam Hangat Dari Kami!
PT. Gemilang Nusantara Media
Merangkul Karya Negeri, Menguatkan Ekonomi Indonesia.